Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

Cerita Ramadhan IC 2013 (bagian 2) : Mimpi Buruk

pada 12 Juli 2013

Malam hari di rumah Bagas…

 

Bagas tidak bisa tidur pulas. Karena malam ini ia mendapat sebuah mimpi buruk. Di dalam mimpinya, kala itu ia bersikap berani terhadap kakak kelas. Bagas serta Difa dan Gilang mencoba berani terhadap kakak kelas yang mereka takuti, yaitu Cakka, Obiet, dan Irsyad. Mereka bertiga mencoba berani melawan kakak kelas dengan cara mengajak untuk bertengkar. Tetapi, kebetulan saat itu Ketua Osis SMP Idola Cilik, yaitu Rahmi datang menghampiri mereka. Kak Rahmi mengingatkan mereka agar tidak bersikap berani terhadap kakak kelas. Tak tanggung-tanggung, Bagas, Difa, dan Gilang dibawa ke ruang BP untuk ditanya tentang sikap mereka selama ini. Dan kasus mereka selama ini diproses oleh guru BP.

“Ampun… aku nggak mau masuk BP. Aku janji tidak jadi anak nakal lagi…” teriak Bagas. Lalu ia terbangun.

 

***

 

Sama halnya seperti Bagas, Difa tidak bisa tertidur pulas karena mimpi buruk. Ceritanya, Difa ingin membuat beberapa temannya, yaitu Fattah dan Josia terjatuh dengan cara mendorongnya. Tetapi, entah mengapa tidak ada keberanian untuk itu. Padahal beberapa waktu yang lalu dengan berani ia mendorong Fattah dan Josia sampai jatuh, dan mereka tidak mengadu kepada guru. Seharusnya sejak itu Difa menjadi berani. Sekali lagi ia mencoba menggerakkan tangannya untuk membuat Fattah dan Josia terjatuh, tetapi tangannya tak bisa digerakkan kala itu. Namun, saat Difa meminta maaf kepada Fattah dan Josia, lalu mengaku kalau ia akan menjatuhkan mereka berdua, tangannya kembali bergerak.

“Mungkin ini pertanda kalau aku tidak boleh bersikap kasar terhadap teman…” gumam Difa. Dan seketika itu Difa terbangun dari mimpinya.

 

***

 

Mata Gilang tidak bisa terpejam. Ia mendapat mimpi buruk. Di dalam mimpinya, Gilang ingin marah kepada Gabriel, kakak kelasnya karena telah mengejek Gilang dan teman-temannya akibat kekalahan mereka dalam pertandingan futsal kemarin. Padahal maksud Gabriel tidaklah serius, hanya ingin menguji mental adik kelasnya. Karena kesal, Gilang mengajak bertanding kembali main basket 3 orang lawan 3 orang besok sepulang sekolah. Maka, Gabriel,  Sion, dan Goldi tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah Gilang yang terlihat sangat marah. Akibatnya, Gilang malu sendiri dan keluar dari lapangan futsal.

 

***

 

Pada pagi harinya pukul 06.00 WIB, Bagas, Difa, dan Gilang sampai disekolah paling awal di kelas mereka karena kelasnya masih sepi.

“Difa… Gilang… nanti kalian ikut kan buka puasa di rumahku? Nanti siang, kita membeli kembang api di pasar. Biar lebih ramai.” Kata Bagas.

“Bakar jagung dan ayam tetap jadi, kan? Eh iya, semalam aku mimpi nih. Tapi kali ini mimpinya mimpi buruk.” Kata Difa dengan serius.

“Tetap jadi… mimpi apa?” Tanya Bagas.

 

“Di dalam mimpi ceritanya aku ingin mengisengi Fattah dan Josia dengan mendorong mereka, tetapi entah mengapa aku tidak berani melakukannya. Padahal sebelum itu aku sangat berani kepada

mereka. Saat aku mencoba menggerakkan tangan untuk mendorong badan mereka, tiba-tiba tanganku tak bisa digerakkan. Namun anehnya, ketika aku minta maaf kepada mereka tanganku kembali bergerak seperti biasa. Aku nggak berani deh iseng sama teman lagi.” Difa mengakui.

 

“Kalau aku, di dalam mimpi ceritanya aku kelas sama Kak Gabriel, Sion, dan Goldi karena mereka mengejek kita karena kalah dalam pertandingan futsal melawan mereka. Padahal mereka tidak serius mengejeknya. Setelah aku mengajak bertanding basket 3 lawan 3 esok hari, mereka tertawa terbahak-bahak. Aku jadi malu sendiri. Sekarang aku juga tidak berani sama kakak kelas.” Gilang pun bercerita.

“Di dalam mimpi Bagas, ceritanya aku, Difa, dan Gilang mengajak kak Cakka, kak Obiet, dan kak Irsyad untuk bertengkar. Padahal  takut sama mereka. Tapi, kebetulan kak Rahmi (Ketua OSIS) lewat di depan kita bertiga. Akhirnya kita bertiga dibawa ke ruang BP untuk diproses kasus ini. Aku berteriak tidak mau masuk ke ruang BP. Dan akhirnya aku terbangun. Ampun deh… nggak berani sama kakak kelas lagi.” Bagas bercerita.

 

“Berarti, sikap kita selama ini kurang baik sama kakak kelas ataupun teman. Di dalam diriku, aku ingin berubah jadi anak baik dan disegani semua murid seperti Kak Cakka, Kak Obiet, dan Kak Irsyad.” Ucap Difa.

 

“Kalau aku, aku ingin menjadi seperti Kak Dayat yang aku hormati. Karena kak Dayat itu baik terhadap semua murid di sekolah ini.” Kata Gilang.

 

“Bagas inginnya menjadi seperti kak Rahmi. Menjadi orang yang tegas dan tetap ramah kepada semua murid.”  Kata Bagas akhirnya.

 

Mereka pun merenung, sampai ada murid yang datang memasuki kelas.

 

***

 

Ting tong… bel pulang sekolah berbunyi. Di bulan ramadhan ini, bel berbunyi lebih cepat, yaitu jam 12 siang. Semua murid pulang ke rumah masing-masing. Kecuali Bagas, Difa, dan Gilang yang akan pergi ke pasar. Mereka bertiga pergi ke pasar dengan menaiki angkutan umum. Tidak lama kemudian, mereka sampai di pasar.

 

Di dalam pasar, Bagas, Difa, dan Gilang segera mencari penjual kembang api. Di dalam pasar, mereka langsung melihat penjual kembang api. Lalu mereka membeli kembang apinya. Setelah itu, mereka bertiga pulang ke rumah masing-masing dan Bagas membawa kembang apinya.


3 responses to “Cerita Ramadhan IC 2013 (bagian 2) : Mimpi Buruk

  1. Sri mengatakan:

    Ini masih ada lanjutannya kan?? Lanjut doongg,,,, seruu nih,,,😀

  2. Lia Oktaviani mengatakan:

    ada lanjutan nya ?,,share dong

  3. khayla aisy mengatakan:

    nexs dong…..please

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: