Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

Cerita Ramadhan IC 2013 (bagian 1) : Setia Kawan

pada 10 Juli 2013

Ketiga junior ‘jagoan’ di SMP Idola Cilik, yaitu Bagas, Difa, dan Gilang. Walaupun mereka masih kelas 7, tetapi mereka berani terhadap teman-temannya dan juga kakak kelas mereka. Pengecualian, mereka hanya tidak berani kepada tiga sekawan senior yang tegas, yaitu Cakka, Obiet, dan Irsyad. Murid-murid merasa beruntung ketika tiga sekawan itu ada di dekat mereka apabila mereka diserang oleh ketiga junior yang ‘jagoan’. Mereka merasa aman.

 

Ketika memasuki bulan Ramadhan, suasananya agak lain. Bagas, Difa, dan Gilang menjaga sikap mereka yang selama ini ‘jagoan’ menjadi lebih setia kawan.

“Teman-teman, besok buka puasa di rumah gue ya. Ditunggu mulai jam 5 sore . Kita mulai berkumpul untuk kegiatan di bulan ini.” kata Bagas dengan lantangnya. Mereka semua mengangguk dan akan datang besok karena tidak ada yang berani dengan Bagas, Difa, ataupun Gilang.

“Kalau bisa, kalian bawa bahan makanan. Soalnya besok malam rencananya mau bakar jagung dan ayam di rumah Bagas. Nanti kita bertiga juga akan mengajak senior kita. Benar begitu kan Gilang?” lanjut Difa.

“Ya, betul sekali. Setelah itu yang muslim bisa shalat tarawih di masjid dekat rumahnya Bagas. Yang non muslim bisa pulang duluan. Tapi kalau pulang duluan rugi banget, karena nggak bisa ikut bakar-bakaran.” Ujar Gilang.

“Ya, untuk menjaga solidaritas teman sekelas, kita pasti datang.” Jawab Cindai dan Chelsea.

 

Saat istirahat sekolah, mereka berkeliling sekolah untuk mengisi waktu. Kebetulan, Cakka, Obiet, dan Irsyad berada tidak jauh dari mereka.

“Kak Cakka… Kak Obiet… Kak Irsyad…” seru Bagas, Difa, dan Gilang.

“Ada apa? Kalian tidak ingin mencari masalah lagi?” Tanya Obiet dengan nada curiga.

“Kami ingin mengajak kakak untuk buka puasa di rumahku, tapi besok. Besok kumpul mulai jam 5 sore.” Ucap Bagas.

“Benarkah kalian mengajak kami?” Tanya Irsyad.

“Ya benar sekali, kak. Jangan lupa datang ya kak. Kakak nggak usah bawa apa-apa. Tapi kalau mau bawa makanan juga boleh kak…” seru Difa.

“Ya sudah… kami akan datang. Tunggu ya, kakak catat dulu. Hmm… besok ya jam 5 sore.” Ungkap Cakka sambil membuka iPad nya.

“Sampai bertemu kak…” kata Gilang.

“Iya, kami pasti datang.” Ujar Irsyad, diikuti anggukan Cakka dan Obiet.

 

Bel istirahat telah selesai. Murid-murid yang berada di perpus ataupun di sekitar sekolah (yang jelas bukan kantin) kembali ke kelas mereka.

Murid kelas 7-1 duduk dengan tertib. Lalu, masuklah seorang guru Matematika yang dikenal serius tapi santai bernama Pak Adi.

“Anak-anak, walaupun kalian berpuasa, kalian tidak boleh lemas. Kalian harus bisa memahami materi pelajaran. Mengerti?” Tanya Pak Adi.

“Mengerti Pak…” jawab anak-anak serempak.

“Sekarang buka halaman 48, materi tentang bangun datar. Bapak akan jelaskan….”

[SKIP]

***

Rata-rata murid SMP Idola Cilik pulang ke sekolah dengan berjalan kaki. Begitu juga dengan Gilang, yang rumahnya tidak jauh dari sekolah. Hari ini ia pulang bersama dengan Kak Dayat, kakak senior yang cukup dihormatinya. Mereka mengobrol di sepanjang jalan menuju pulang.

“Dek, bagaima tadi materi pelajarannya?” Tanya Dayat.

“Alhamdulillah kak, aku bisa menyerap materinya.” Jawab Gilang.

“Besok kakak ada jam tambahan di sekolah, pulang sendiri aja ya.” Kata Dayat.

“Iya kak. Tapi kakak bisa nggak datang ke acara buka puasa di rumah Bagas? Besok kak acaranya, jam 5 sore.” Tanya GIlang.

“Insya Allah kakak bisa datang. Kan jam tambahannya hanya 2 jam pelajaran.” Ujar Dayat.

“Tolong ajak teman kakak yang lain juga. Karena lebih ramai jadi lebih seru.” Tambah Gilang.

“Untuk kalian apa yang tidak. Tapi ada syaratnya… kamu, Difa, dan Bagas nggak boleh berani lagi sama kakak kelas.” Ucap Dayat.

“Iya kak. Tapi kami butuh bantuan dari kakak, untuk merubah sifat kami yang agak keras  sama teman-teman.”

“Pasti kakak bantu…”

Tidak lama kemudian, mereka tiba di depan rumah. Kebetulan rumah mereka bersebelahan.

 

***

 

Di rumah Bagas …

“Nak, kira-kira apa saja makanan yang disiapkan untuk teman-temanmu?” Tanya papanya Bagas.

“Teh manis dan nasi pakai lauk. Papa, untuk nasinya kita pesan saja di restaurant siap saji. Karena malam harinya, kami juga membakar jagung dan ayam.” Usul Bagas.

“Baiklah kalau begitu. Nanti Papa pesan. Untuk teh manisnya, mamamu yang buatkan.”

 

***

Di rumah Difa…

 

Difa sedang bersantai sambil berpikir kira-kira siapa lagi senior yang akan diundang untuk buka puasa bersama di rumah Bagas. Karena Bagas yang memintanya untuk mengundang senior yang mereka kenal.

“Ah, SMS kak Sivia, Ify, Shila… terus Kak Rahmi, Kak Debo. Dan kirim ke semua nomor kakak kelas yang aku punya.” Ujar Difa sambil menyiapkan isi SMS nya.

 

Isi SMS nya:

Kakak, aku Difa dari kelas 7-1. Temanku, Bagas memintaku mengajak kakak-kakak semua untuk hadir di acara buka puasa bersama di rumahnya.  Waktunya besok, mulai berkumpul jam 5 sore untuk membicarakan tentang acara sekolah di bulan Ramadhan. Selain itu, ada acara bakar jagung dan ayam setelah shalat tarawih. Jangan lupa datang ya kak…

PS : Kalau berkenan, silahkan kakak membawa makanan ringan untuk berbuka puasa.

 

Tidak berapa lama, di HP Difa sudah ada pesan masuk dari seniornya: Sivia A., Alyssa Saufika (Ify), Rahmi A., Rizky Patrick E. (Kiki), Angelica M.P., Andryos Aryanto (Debo), dan Patton Otlivio L.

 

From Sivia

Insya Allah kakak datang…

 

From Ify

Kak Ify pasti datang ke acara buka puasa besok…

 

From Rahmi

Insya Allah kak Rahmi datang setelah mengajar anak-anak SMP di madrasah. Mohon maaf jika besok datangnya telat.

From Kiki

Kalau kak Kiki tidak ada acara apapun besok. Kak Kiki pasti datang ke acaranya, karena kak Kiki ingin menikmati acaranya dengan penuh rasa persaudaraan.

 

From Angel

 Karena kak Angel senang untuk ikut acara seperti ini, kak Angel pasti datang.    

 

***

Apakah semua teman-teman Bagas dan kakak kelasnya (seniornya) ikut acara buka puasa bersama di rumahnya? Tunggu kelanjutan kisahnya.


3 responses to “Cerita Ramadhan IC 2013 (bagian 1) : Setia Kawan

  1. Enhy Safitri mengatakan:

    Ceritax Seruu,,

  2. hanilia mengatakan:

    bagusss

  3. stevya agatha mengatakan:

    ceritanya keren bingits

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: