Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

CerBung: Misteri Negeri Rubiks (bagian 6)

pada 25 Mei 2012

Akhir yang bahagia, negeri rubiks telah kembali seperti semula berkat gabungan kekuatan sihir anak-anak negeri rubiks dibantu dengan kekuatan sihir anak-anak yang datang dari dunia manusia biasa dan dibantu juga dengan penyihir Patton yang tiba-tiba saja datang dan membantu mereka melawan penyihir Cakka dan teman-temannya.

Di rumahnya, Dea memberikan permen rubiks yang dibuatnya kepada Lintar, Rio, Ozy, Nova,Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia. Nyopon, Rizky, Deva, Ray, dan Daud memberikan rubiks buatan mereka bersama sebagai kenang-kenangan ketika Lintar dan teman-temannya kembali ke dunia manusia biasa.

Lintar, Rio, Ozy, Nova,Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia kembali ke dunia manusia biasa dengan tongkat sihir. Mereka mengayunkan tongkat di sekitar mereka. Namun, ketika teman-temannya telah kembali, Lintar masih berada di negeri rubiks, dan sekarang Lintar berada di samping penyihir Patton.

“Maaf ya karena telah membuatmu pulang belakangan. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kuberikan kepadamu.” kata penyihir Patton.

Lintar hanya diam.

“Terimalah kristal ini. Mungkin tak seberapa dengan perjuanganmu selama berada di sini. Namun, aku terus ingin melihatmu menjadi anak yang baik, bukan menjadi orang yang jahat seperti sahabatku Cakka dan teman-temannya itu. Setiap hari aku akan melihat kondisimu dari negeri tempat tinggalku. Gunakanlah kristal ini untuk melakukan kebaikan.” penyihir Patton menyerahkan sebuah kristal berwarna putih ke tangan Lintar.

“Terima kasih. Aku pasti akan selalu menggunakan kristal pemberianmu ini untuk berbuat kebaikan. Dan aku berjanji menjadi anak yang baik.” Lintar memandang kristal putih yang diterimanya.

Penyihir Patton tiba-tiba menghilang.

“Mungkin penyihir baik itu pulang ke negerinya.” Lintar berpikir.

Lintar juga pulang ke negerinya, namun saat ini Lintar ditemani oleh kristal putih pemberian penyihir Patton.

Ketika Lintar sampai di negeri manusia biasa, Lintar berada di tempat sebelum tiba-tiba berpetualang ke negeri rubiks, ya – di rumahRiotempatnya. Lintar juga berada di posisi ketika sedang bermain dengan rubiks.

Saat bermain rubiks, Lintar teringat dengan kristal putih pemberian penyihir Patton. Lintar mencari kristal putih itu. Dan Lintar menemukan kristal putih miliknya tepat berada di sampingnya. Rio, Ozy, Nova,Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia kagum melihat kristal putih yang dipegang Lintar.

“Tar, kamu dapat darimana kristal putih itu?”Riobertanya.

“Dari penyihir yang menolong kita. Waktu kalian telah pulang ke dunia ini, ternyata aku ditahan sebentar ke negeri rubiks oleh penyihir itu. Ternyata, penyihir itu memberikanku kristal putih ini kepadaku dan berpesan aku harus menggunakan kristal putih ini untuk berbuat kebaikan.” Lintar menjelaskan semuanya.

“Wah, penyihir yang menolong kita itu baik, ya! Kira-kira, sekarang penyihir itu berada di mana-mana, ya?” ujar Nova.

Selain Lintar, tidak ada yang bisa melihat jika penyihir Paton tersenyum ke arah semuanya.

“Kita makan permen rubiks yang diberikan anak-anak dari negeri rubiks, yuk!” kataAlvinyang telah siap dengan permen rubiks di tangannya. 

“Makan aja sendiri! Aku mau menyimpan semua benda kenangan yang kita terima…” kata Lintar.

“Aku ikut Lintar, ah!” seruRiodan Ozy.

“Kita juga!” kata Nova, Keke, Zevana, dan Olivia.

“Okelah kalo begitu. Aku nggak jadi makan permen rubiksnya.”Alvinterlihat pasrah.

“Lintar, hati-hati ya! Kalau permen rubiksnya disimpan, jangan diputerin lagi seperti rubiks sungguhan, ya!”Riomenjulurkan lidahnya sambil tertawa.

“Kankita juga dikasih rubiks sama anak-anak itu! Ngapain harus muterin permen rubiks lagi, hah?” Lintar mengejarRioyang sudah berlari duluan.

“Teman-teman, kita main rubiks yang diberikan anak-anak negeri rubiks, yuk!” ajak Olivia.

“Yuk!” yang lainnya menyetujui.

Saat Lintar, Rio, Ozy, Nova,Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia bermain rubiks, tangan mereka seperti terus memutar rubiks itu dan rubiks yang dimainkan cepat tersusun seperti semula.

“Aku pengen baget ketemu anak-anak dari negeri rubiks lagi…” kata Zevana setelah selesai bermain rubiks.

“Iya… kemana ya mereka sekarang?” Lintar, Rio, Ozy, Nova,Alvin, Keke, dan Olivia bertanya dalam hati.

Tanpa mereka ketahui, sebenarnya di negeri rubiks, anak-anak negeri rubiks juga merindukan mereka.

“Aku pengen banget ketemu anak-anak dari dunia manusia biasa lagi.” Rizky menatap langit yang biru.

“Apakah mereka baik-baik saja di dunia mereka?” yang lainnya juga bertanya.

“Ya, semoga saja keadaan anak-anak dari dunia manusia biasa seperti yang kita harapkan tadi.” Rizky bergumam.

          Anak-anak dari negeri manusia biasa dan anak-anak dari negeri rubiks memang saling merindukan, namun akirnya mereka saling mengunjungi ke negeri manusia biasa dan negeri rubiks secara bergantian. Dan mereka menjadi sahabat yang sejati dalam segala perbedaan yang ada.

 

THE END


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: