Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

CerBung: Misteri Negeri Rubiks (bagian 3)

pada 13 Mei 2012

“Besar banget rubiksnya! Yakin nih warga negeri rubiks yang membuat rubiks ini dengan tangan sendiri?” Lintar, Rio, Ozy, Nova, Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia kaget melihat rubiks besar berukuran 1000 x 1000 berada tepat di depan mereka.

“Bener kok. Kami juga ikut membantu.” Nyopon tersenyum melihat teman barunya dari dunia manusia biasa yang heran melihat rubiks besar di negerinya.

Ray telah menyulap tongkat miliknya menjadi banyak, “Cepat pegang tongkat ini! Kalau tidak, nanti kalian dianggap musuh oleh warga negeri kami!” seru Ray.

Lintar, Rio, Ozy, Nova, Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia memegang masing-masing satu buah tongkat ajaib.

“Terus, kita harus melakukan apalagi?” Zevana kebingungan setelah menerima sebuah tongkat ajaib.

“Sihir diri kalian! Ucapkan ‘sim salabim adakadabra!’ sambil memutar tongkat itu di sekitar tubuh kalian.” perintah Deva.

“Sim salabim… adakadabra!” Lintar, Rio, Ozy, Nova, Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia memutar tongkat milik masing-masing di sekitar tubuh.

Setelah disihir dengan tongkat, Nova, Keke, Zevana, dan Olivia terlihat memakai gaun ala anak negeri rubiks dan sebuah sayap. Sedangkan Lintar, Rio, Ozy, dan Alvin terlihat memakai baju kaos santai ala anak negeri rubiks.

“Makanlah permen rubiks ini untuk menambah kekuatan sihir.” Daud memberikan sejumlah permen kepada Lintar, Rio, Ozy, Nova,Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia.

“Permen itu kami sendiri yang membuatnya loh…” kata Rizky tanpa bermaksud sombong.

“Ini beneran permen rubiks?” Lintar melihat-lihat permen rubiks miliknya, “Bisa dimainin nggak, ya?” dan Lintar mencoba memutar-mutar permen rubiks itu.

“Huahaha… itukanpermen, Lintar! Masa permen rubiks bisa dimainkan seperti rubiks asli, sih? Ada-ada aja nih si Lintar…”Riogeleng-geleng kepalanya melihat tingkah Lintar yang mencoba memutar permen rubiks.

“Perasaaan di negara kita nggak ada permen rubiks deh…” Ozy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Adanya sih gantungan kunci berbentuk rubiks… Hahaha…” gurauAlvin.

“Huaaa… permennya lucu banget!” Nova dan Olivia berteriak.

“Kalau nanti kita pulang, kita boleh bungkusin permen rubiks yang lain,kan?” lanjut Keke dan Zevana.

“Iya… iya… kalau kalian mau pulang, nanti kita bungkusin permen rubiks yang banyak, deh! Tapi sekarang…” Dea mengambil nafas, “ Sekarang semuanya harus memakan permen rubiks yang ada di tangan masing-masing! Kalian kan mau menjalankan misi membetulkan susunan rubiks yang telah diacak oleh seseorang.” lanjutnya.

Lintar yang belum membuka bungkusan permen rubiksnya langsung bertanya, “Memangnya apa gunanya permen rubiks ini jika permen rubiks ini kita makan?”

“Permen itu telah kami sihir sebagai tambahan kekuatan sihir! Jadi, sekarang makanlah permen rubiks yang banyak agar kekuatan sihir kalian semua bertambah. Sisa kekuatan sihir kita nyaris habis, karena itulah kita membutuhkan bantuan kepada kalian untuk menyusun rubiks besar ini kembali. Karena menyusun rubiks besar ini membutuhkan kekuatan sihir…” Rizky, Deva, dan Ray menjelaskan sambil memegang rubiks yang ukurannya jelas lebih besar dari tubuh mereka.

Lintar mulai memakan permen rubiks yang diberikan oleh Daud. Sementara itu, permen rubiks Rio, Ozy, Nova,Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia hampir habis.

Semua permen rubiks yang diberikan oleh Daud telah habis.

“Saatnya kami akan istirahat dulu untuk mengembalikan kekuatan sihir kami.” Nyopon, Dea, Deva, dan Ray melangkah menjauh.

“Semuanya kupercayakan kepada kalian berdelapan untuk mengembalikan keadaan negeri ini.” lanjut Rizky.

Nyopon, Rizky, Dea, Deva, dan Ray pergi menghilang dari pandangan Lintar, Rio, Ozy, Nova, Alvin, Keke, Zevana, dan Olivia. Enam anak dari negeri rubiks itu beristirahat di rumah masing-masing untuk mengembalikan kekuatan sihir mereka.

“Bagaimana ini? Apakah kita bisa mengembalikan keadaan negeri mereka?” Lintar bertanya kepada teman-temannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: