Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

Arti Sahabat

pada 3 Juli 2011

Cerita ini special aku persembahkan untuk seluruh SUPERAVASTAR…

 

————————————————————————————————————————————————————————

 

tokoh:

aku = Lintar

kamu= Nova

kita= Lintar & Nova

mereka= teman-teman Lintar & Nova

 

*****

 

Tak mudah untuk kita hadapi,

perbedaan yang berarti.

 

Rasanya, sangat tidak mudah bagiku untuk menghadapi perbedaan yang berarti di antara kita.

 

“Hei, kita bermain yuk Nov.” aku mengajakmu bermain.

“Tidak.” kamu menengok sebentar ke arahku, lalu kamu fokus kembali ke buku di tanganmu.

 

“Lin.” kamu memanggilku.

“Ada apa?” tanyaku.

Kamu berkata, “Aku punya banyak koleksi buku rohani di rumah. Mau baca nggak?”

Dan aku pun menjawab, “Maaf, Nov. Aku lebih suka bermain play station (PS).”

 

Tak mudah untuk kita lewati,

rintangan silih berganti.

 

Dan sangat tak mudah untuk kita melewati rintangan yang silih berganti.

 

<span>Saat kita berada di arena outbond. </span>

 

“Bantu aku turun dari sini.” begitu katamu saat melewati tangga yang terbuat dari tali untuk menuju ke tempat flying fox.

“Turun saja sendiri.” jawabku cuek.

<span>Sebenarnya aku ingin membantumu turun dari tangga dari tali itu, Nova. Tetapi aku ingin melatih kemandirianmu.</span>

 

<span>Di hutan saat makan siang. </span>

 

<span>Kamu menawarkan bantuan kepadaku yang sedang memotong daging, </span>

“Aku bantu kamu memotong daging ya, Lin.”

“Silahkan saja kalau kau mau.” ujarku.

Lalu kamu memotong daging mentah yang sudah aku siapkan.

“Aduh.” kamu merintih kesakitan. Aku melihat ada luka di salah satu jari tanganmu.

“Maafkan aku.” sapu tangan milikku aku usapkan ke jari tanganmu yang terluka.

 

<span>Sesaat kemudian, banyak yang bersiul dan batuk bareng setelah aku menolongmu. Entah apa maksud mereka. </span>

 

Dan rintangan lainnya silih berganti datang menghampiri kita.

 

Kau masih berdiri,

kita masih di sini.

Tunjukkan pada dunia,

arti sahabat.

 

<span>Kau masih berdiri. Dan kita masih disini. Karena itu, tunjukkanlah pada dunia arti persahabatan. </span>

 

“Ayo kita tunjukkan pada dunia arti persahabatan!” kamu berlari riang di lapangan sekolah.

“Ayo!” aku mengikutimu berlari.

 

Kau teman sehati,

kita teman sejati.

Hadapilah dunia,

genggam tanganku.

 

“Kau adalah teman sehati. Dan kita adalah teman sejati. Hadapilah dunia ini dengan menggenggam tanganku erat-erat.” aku terus mengikutimu berlari. Dan kamu mengenggam tanganku erat-erat seperti apa yang aku katakan tadi.

 

Tak mudah untuk kita sadari,

saling mendengarkan hati.

Tak mudah untuk kita pahami,

berbagi rasa di hati.

 

“Tak mudah untuk kita menyadari kita saling mendengarkan hati. Dan tak mudah untuk kita memahami berbagi rasa di hati.” aku melantunkan sebuah kalimat dari lagu “Arti Sahabat” kepadamu. Dan kamu hanya tersenyum.

 

Kau masih berdiri,

kita masih di sini.

Tunjukkan pada dunia,

arti sahabat.

 

Kau teman sehati,

kita teman sejati.

Hadapilan dunia,

genggam tanganku.

 

Kau adalah,

tempatku membagi kisahku.

Kau sempurna,

jadi bagian hidupku,

apapun kekuranganmu.

 

“Kamu adalah tempatku membagi kisahku.” kamu berkata itu kepadaku.

“Dan kau sempurna menjadi bagian hidupku, apapun itu kekuranganmu.” aku melengkapi kalimat yang kamu ucapkan.

 

Kau masih berdiri,

kita masih di sini.

Tunjukkan pada dunia,

arti sahabat.

 

Kau teman sehati,

kita teman sejati.

Hadapilan dunia,

genggam tanganku.

 

Itulah arti sahabat, arti persahabatan. Menjadi bagian hidup dan tempat membagi kisah.

 

————————————————————————————————————————————————————————

 

Aku tunggu kritik dan saran yang membangun.


2 responses to “Arti Sahabat

  1. regita mengatakan:

    bagus, tapi ceritanya terlalu sedikit

  2. nabila mengatakan:

    k’….
    cerbungnya, yg tentang rio mha shilla donk….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: