Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

Nyawa Hidupku (cerpen)

pada 22 April 2010

Ini sebenarnya cerpen saudaraku…
Tapi aku juga bantuin sedikit2, sih!

Baca, ya!
Aku tetap menunggu kritik dan saran yang membangun dari kalian semua…

Di kamar Lintar dan Nyopon…
“Malam ini begitu sunyi bagiku. Aku merasakan rindu kepadamu, papi.” ucap Lintar. “Kalau kamu rindu sama papimu, coba lihat bintang-bintang yang ada di atas langit. Mungkin cahaya bintang yang paling terang itu adalah papimu.” Nyopon mencoba menghibur Lintar yang sedang murung.
Lintar langsung ke luar rumah untuk melihat bintang-bintang yang ada di langit, dan Nyopon langsung mengikuti Lintar ke luar rumah.

“Lintar, lihatlah bintang-bintang yang bertabur di langit ini.” Nyopon menunjuk ke arah langit.
“Iya, Nyopon. Aku melihat bintang-bintang itu tersenyum dan tertawa padaku, karena mereka melihat sikapku yang selalu merindukan papiku tercinta.” Lintar pun tersenyum, “Sebenarnya, aku sungguh tak bisa berpisah dengan papiku, walaupun hanya sedetik, karna ku begitu mencintai papiku.”
Nyopon tahu perasaan Lintar yang merindukan papinya. Nyopon juga merasakan hal yang sedang dialami Lintar saat ini. “Aku tahu kok, kamu pasti rindu sama papimu. Aku juga rindu sama papaku,”

“Cinta dalam hatiku hanyalah untuk dirimu… Takkan terganti dihatiku selamanya… Tak mungkin bisa ku hidup tanpa kasih sayangmu… Separuh jiwamu tlah di hatiku…” Lintar bernyanyi.
“Kamu menyanyikan lagu siapa?” Nyopon bertanya, “Aku belum pernah mendengar lagu itu.”
“Itu lagu ciptaanku sendiri,” Lintar menjawab tanpa bermaksud menyombongkan diri, “Judul lagunya ‘Nyawa Hidupku’”.
Nyopon memuji Lintar, “Hebat! Kau sudah menciptakan lagu…”.
“Hehehe…” Lintar hanya tertawa dan tersenyum.

“Walaupun orangtua kita berada jauh di sana, mereka tetap menjadi ‘Bintang Yang Bersinar’ di hati kita…” ujar Nyopon sambil memandang bintang.
“Mereka takkan terganti di hati kita selamanya…” kata Lintar.

Lintar berkata sambil memandang langit, “Janganlah pernah kau tinggalkan diriku, tetaplah tinggal di hatiku selamanya, karena kau adalah nyawa hidupku…”


3 responses to “Nyawa Hidupku (cerpen)

  1. mE_d!aNa_>'rise' mengatakan:

    q g tRLlu suKa..
    bKn mKsD q h!nA..
    cMa’ ..? q cMa p9n kSih mSukAn Ja..
    tMbAh !dE2 kReAt!Fx Lg y?
    pZt hsiLx bGuz ..
    0c?

  2. AchaRayReady mengatakan:

    Saran aqu,prckapannya dganti bhsa yang gak baku aja.,
    Lgian Lintar ama Nyopon kan temen,bukan relasi bisnis jdi bisa pke’ loe-gue,gg harus aku-kamu.,
    Ceritanya baguuuusss banget,tpi lebih bagus klo kamu eksplorasi tu ceritanya.,

  3. ceritanya bagus , tapi sayang terlalu singkat.
    mungkin kalo di buat lebih pnjang psti lbih bgus🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: