Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

*CerBung* Kejadian Sehari-hari (Part 1.1)

pada 22 April 2010

Pagi-pagi, pukul 06.15, Irsyad dan Arsyad sampai di sekolah. Melihat teman-teman yang lain belum datang, akhirnya Irsyad dan Arsyad menunggu teman-teman mereka yang belum datang. Lima menit kemudian, Cakka dan Obiet datang. “Selamat pagi, Irsyad! Selamat pagi, Arsyad!” sapa Cakka dan Obiet. “Selamat pagi juga Cakka dan Obiet!” Irsyad dan Arsyad balas menyapa. “Kita ke kelas, yuk!” ajak Irsyad lima menit setelah Cakka dan Obiet datang. “Oke, deh…” ucap Arsyad, Cakka, dan Obiet kompak. Irsyad, Arsyad, Cakka dan Obiet masuk ke kelas.

Di kelas, Irsyad, Arsyad, Cakka dan Obiet duduk di tempat masing-masing. Irsyad duduk sebangku dengan Agni, Arsyad duduk sebangku dengan Oik, Cakka duduk sebangku dengan Obiet, Patton duduk sebangku dengan Ourel, Abner duduk sebangku dengan Gita, Rahmi duduk sebangku dengan Olin, Debo duduk sebangku dengan Cahya, dan Bastian duduk sendiri. Sambil menunggu yang lain, Irsyad, Arsyad, Cakka dan Obiet bernyanyi, “Persahabatan bagai kepompong… Mengubah ulat menjadi kupu-kupu…”.

Tak lama kemudian, Agni, Oik, Ourel, dan Patton datang. Lalu disusul dengan Gita, Bastian, Rahmi, Abner, Debo, dan Olin yang datang. Mereka duduk di tempat masing-masing. “Irsyaaaad… Panggillin guru dulu dong…” suara Arsyad, Agni, Oik, Ourel, Patton, Gita, Abner, Cahya, Rahmi, Bastian, Cakka, Obiet, Debo, dan Olin terdengar rame. Rame-nya kayak pasar induk!… “Iya, nanti aku panggilin guru…” jawab Irsyad. Irsyad dan Arsyad pergi ke kantor guru.

Sampai di kantor guru, Irsyad dan Arsyad heran, “Kok di kantor guru sepi, ya?” ucap Irsyad dan Arsyad sambil bertanya-tanya. “Kita cari guru di tempat lain, yuk!” ajak Irsyad. “Oke, dek…” ucap Arsyad. Irsyad dan Arsyad mencari guru di ruangan lain.

Satu jam mencari guru, Irsyad dan Arsyad mulai kelelahan. “Kemana sih guru-guru?” tanya Irsyad. “Iya, dari tadi kita mencari, semua guru tidak ada. Kemana ya semua guru?” tanya Arsyad juga. Irsyad dan Arsyad kembali ke kelasnya.

“Irsyad, Arsyad… Guru yang akan mengajar kita sudah dipanggil, kan?” tanya Agni, Oik, Ourel, dan Patton. “Tadi kita cari semua guru, tapi semua guru tidak ada. Kita nggak tau semua guru pergi ke mana…” ucap Irsyad dan Arsyad panjang lebar. “Terus kita nggak belajar?” Gita, Abner, Cahya, Rahmi, Bastian, Cakka, Obiet, Debo, dan Olin kaget. “Terpaksa begitu, deh…” Irsyad dan Arsyad berbicara dengan lemas. “Jadi…”

———- B E R S A M B U N G ———-

(selamat menikmati cerita ini, semoga ceritanya bermanfaat bagi semuanya)

*comment, ya*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: