Cerpen dan Cerbung Idola Cilik

Cerita Fiksi tentang Idola Cilik

Bintang Yang Bersinar

pada 22 April 2010

Dua kakak beradik, yaitu Debo dan Lintar. Mereka sama-sama mempunyai sebuah mimpi, menjadi “Bintang Yang Bersinar”.

Di sore hari, udara sangat sejuk. Debo dan Lintar berada di teras gubuk mereka.
Debo memegang satu galon aqua yang terbuang, lalu galon aqua itu dipukulnya seperti drum, alat musik yang dari dulu sudah dimimpikannya.
Dari dulu ia mengumpulkan uang untuk membeli alat musik drum, dan setelah beberapa tahun, uang itu cukup untuk membeli sebuah alat musik drum.
Namun, Lintar sang adik tercinta menangis minta dibelikan alat musik gitar, alhasil Debo harus merelakan uangnya untuk membeli alat musik yang diinginkan adiknya itu.
Sisa uangnya Debo gunakan untuk makan selama beberapa hari.
Ya, Debo dan adiknya, Lintar hanya hidup berdua.
Dari kecil, kedua orangtua mereka telah tiada karena satu tahun yang lalu sebuah penyakit ganas menyerang tubuh orangtua mereka.
Sekarang kakak beradik itu tinggal di sebuah gubuk kecil.

Sementara itu, Lintar sedang memainkan alat musik gitar miliknya.
Lintar menatap Debo, kakaknya itu sejenak.
Lintar merasa sangat bersalah, karena ia menangis minta dibelikan gitar yang sekarang dipegangnya,
akhirnya kakaknya itu merelakan uang yang selama ini dikumpulkan untuk membelikan gitar untuknya.
Debo mengerti arti dari tatapan mata adiknya itu, lalu Debo tersenyum.

“Kak, kita coba yuk memainkan satu buah lagu dengan alat musik yang kita pegang…” Lintar memulai.
“Yuk!” seru Debo, sang kakak, “Lagu ‘Bintang Yang Bersinar’, ya! Kakak hanya hafal lagu itu.”
“Baiklah. Aku akan mencoba menyanyi lagu itu, walaupun sebenarnya tidak hafal sama sekali.” Lintar menyetujui, “Tapi kakak yang mulai aja, ya!” pintanya.
“Oke!” Debo mengedipkan sebelah matanya.

Debo:

Aku pernah bermimpi
Menjadi bintang yang paling bersinar
Ku tak menyangka
Ini terjadi

“Ayo sekarang kita bernyanyi!” ajak Debo.

Lintar mengikuti Debo bernyanyi.

Debo & Lintar:

Kegagalan yang pernah ku alami
Menjadikanku semakin kuat
Aku bersyukur
Jadi seperti ini

Terima kasih Tuhan
Atas sgala anugerah yang Kau beri… kepadaku
Semoga kan tetap abadi

Aku berharap
Menjadi sesuatu yang berharga
Untuk semua orang… yang menyayangiku

Kegagalan yang pernah ku alami
Menjadikanku semakin kuat
Aku bersyukur
Jadi seperti ini

Terima kasih Tuhan
Atas sgala anugerah yang Kau beri… kepadaku
Semoga kan tetap abadi

Semoga… kan tetap abadi

Udara sore yang sejuk membuat kakak beradik itu mengantuk.
Mereka tertidur di teras gubuk tanpa ada alas tidur satupun.

—————————————————————————————

Satu tahun kemudian…

Dua kakak beradik itu berada di dua panggung megah yang berbeda.
Mereka mencari jalan hidup yang berbeda.
Debo, sang kakak sekarang telah bergabung dengan salah satu band terkenal, yaitu “Super Idola Band”.
Dan Lintar, sang adik memenangkan sebuah acara pencarian bakat terkenal dan mendapatkan uang yang cukup besar dari acara tersebut.
Bertahun-tahun mereka tidak saling bertemu.

Suatu hari, “Super Idola Band” dan Lintar, juara pertama salah satu ajang pencarian bakat tampil di sebuah acara musik.

Pertama, Debo bersama personil “Super Idola Band” lainnya muncul. Semua yang berada di tempat acara musik itu digelar menyambut dengan senang.

“Aku pernah bermimpi… menjadi bintang yang paling bersinar…
Ku tak menyangka… ini terjadi…” Debo dan vokalis “Super Idola Band” lainnya yang bernama Gabriel menyanyi.

Setelah itu, Lintar muncul. Semua yang ada di sana berteriak.
Mereka mengetahui bahwa Lintar baru saja menjadi juara di sebuah ajang pencarian bakat.

“Kegagalan yang pernah ku alami… Menjadikanku semakin kuat…
Aku bersyukur… jadi seperti ini…” Lintar mengeluarkan suara indahnya.

Debo mendengar Lintar menyanyi. Ia berbisik kepada Gabriel, “Yel, su… suara itu seperti suara adikku…”
“Mana mungkin… kamu kan sudah pernah cerita, kamu tidak mengetahui keberadaan adikmu. Masa mendengar satu suara yang mirip dengan suara adikmu, masa kamu sudah berpikiran bahwa itu adalah adikmu?” Gabriel tidak percaya.
“Masa sih kamu nggak percaya…” lirih Debo.

Lintar melangkah maju, dan Debo berdiri dari posisi duduknya saat ini.

“Ka… kakak?” Lintar kaget begitu ia berhadapan dengan Debo.
“A… adek?” Debo juga kaget, “Apakah aku hanya bermimpi?” tanyanya dalam hati.
“Kakak tidak bermimpi… Ini aku, kak!” kata Lintar.
“Tapi rasanya masih seperti mimpi…” Debo memeluk Lintar. Lintar juga membalas memeluk Debo. Pelukan hangat antara kakak dan adik.

Pembawa acara musik itu tersenyum melihat kakak dan adik yang berpisah cukup lama, tetapi akhirnya bertemu kembali.

“Akhirnya kita dipertemukan kembali di acara musik ini…” Debo dan Lintar memegang mike masing-masing.
Pembawa acara musik berkata, “Saya dan semuanya senang kalian bisa bertemu lagi. Padahal kami tidak tahu bahwa kaliak kakak beradik. Kami hanya ingin menciptakan suatu kolaborasi yang unik. Karena sebelumnya kami mendegar kemiripan antara suara vokalis ‘Super Idola Band’ dengan suara Lintar.”

“Teman-teman, kegagalan yang pernah kalian alami harus menjadikan kalian semakin kuat…” Debo dan Lintar, diikuti oleh Gabriel menutup acara dengan kalimat penyemangat.

Begitulah akhirnya Debo dan Lintar dipertemukan kembali. Mereka selalu bersama untuk selamanya.

——————————————————–


One response to “Bintang Yang Bersinar

  1. aldi mengatakan:

    gila cerita yang ini seru,
    kebetulan emang gw ngefans ma DEBO n’ LINTAR,,,,
    dia berdua cocok di jadiin grup fokal,,,
    nama’a DELINTAR (debo n’ lintar),,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: